Skip to main content
Jurnalisme

Christine E. Sedik Tak Henti Berkarya dan Berorganisasi

By November 28, 2022Oktober 27th, 2023No Comments4 min read

DEPOK – Ibarat mutiara, semakin diasah, semakin bersinar. Itulah mutiara dari Papua Christine Evelyne Sedik, akrab disapa Ithin, mahasiswa angkatan 2020 Program Sarjana Ilmu Komunikasi FISIP UI.

Ithin merupakan salah satu dari 9,3 persen dari total mahasiswa asal Papua Barat yang berkesempatan menempuh pendidikan tinggi selama masa pandemi Covid-19. Berhasil diterima menjadi mahasiswa universitas terbaik bangsa, Universitas Indonesia, tidak serta-merta membuat Ithin berhenti berprestasi.

Gadis asal Sorong ini telah mencetak sejumlah prestasi nonakademik di kampus selama dua tahun perkuliahannya. Salah satunya adalah juara 1 Universitas Indonesia Dance Battle Championship yang dia raih pada September lalu. 

“Kebetulan untuk kategori student, aku bisa dapat juara 1. Kategori student itu maksudnya kategori mahasiswa se-UI yang ikut. Tapi memang kemarin itu peserta acaranya bukan hanya dari Jabodetabek sih, banyak juga yang dari luar Jawa,” kata Ithin. 

Christine saat menjuarai Universitas Indonesia Dance Battle Championship pada kategori student yang dilaksanakan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) Universitas Indonesia pada bulan September 2022. (Dokumentasi Pribadi)

Selain di bidang tari, Ithin yang sangat gemar berolahraga ini juga berhasil meraih juara 1 dalam Kompetisi Olahraga FISIP UI (OLIMFIS) 2022 untuk kategori olahraga tenis meja ganda putri dan futsal putri mewakili prodinya. 

Ithin mengakui, semangatnya untuk berprestasi ini tidak lepas dari rasa syukurnya atas privilege yang ia dapatkan, yakni berkuliah di UI. 

“Sangat bersyukur karena tidak semua orang bisa menimba ilmu di UI, terutama untuk prodi Ilmu Komunikasi. Menurut aku, ini berkat banget. Privilege aku bahwa aku di sini sama kaya mahasiswa yang lain, nggak dibeda-bedakan oleh (sesama) mahasiswa maupun dosen, merasa diterima,” tuturnya. 

Christine bersama teman-teman sesama anggota KTF UI. di sela kegiatan latihan rutin tari modern. (Dokumentasi Pribadi)

Salah satu teman baik Ithin sejak SMP yang tinggal, Bernadetha Yuni Samon (akrab disapa Yuni), mengakui karakter ambisius yang melekat pada diri temannya. “Aku tahu jelas dia berjuang banget walau dia nggak pernah nunjukin ke teman-teman. Aslinya, dia ambisi banget walaupun selalu kelihatan santai,” kata Yuni melalui aplikasi percakapan WhatsApp pada Sabtu (19/11). 

 

Tidak puas hanya berpartisipasi dan menjuarai perlombaan, Ithin juga aktif mengikuti organisasi di kampus, seperti: Komunitas Tari FISIP (KTF) dan Ikatan Mahasiswa Papua UI (IMAPA UI). Ithin suda bergabung di KTF sejak tahun pertama perkuliahannya, sebagai Staf Tari Modern. Sementara itu, di paguyuban IMAPA UI, Ithin saat ini sedang menjabat sebagai Ketua dengan masa jabatan satu tahun. 

Adapun, jumlah mahasiswa asal Papua yang ada di prodi Ilmu Komunikasi UI angkatan tahun 2019 – 2022 saat ini hanya 2 orang, yaitu di tahun angkatan 2019 (1 orang) dan 2020 (1 orang).

Mahasiswa prodi Ilmu Aktuaria UI yang juga merupakan anggota paguyuban IMAPA UI, Devia Andini Pongtiku, merasakan banyak perubahan yang terjadi di IMAPA UI selama kepengurusan yang dipimpin oleh Ithin. Hal ini karena, Devia menambahkan, kegiatan-kegiatan di IMAPA UI menjadi lebih aktif dan menjangkau lebih banyak kenalan dan relasi dari luar. 

Christine bersama dengan beberapa anggota paguyuban IMAPA UI sedang melakukan salah satu kegiatan rutin IMAPA UI. (Dokumentasi Pribadi)

“Ithin itu tipikal ketua yang kalau lihat satu orang nggak aktif dan nggak pernah ikut nimbrung tuh dia akan langsung coba hubungi dan dekatkan diri supaya orang tersebut terlibat juga dalam kegiatan,” kata Devia. 

Selain karena merasa diterima dengan baik di lingkungan UI, Ithin menuturkan, motivasi terbesarnya dalam berprestasi dan sibuk berorganisasi adalah untuk mengembangkan diri dan menambah koneksi. “Selama masih bisa, aku akan terus mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai hal. Selain itu, aku juga bisa memiliki koneksi dengan individu lainnya, di mana aku bisa turut belajar dari mereka tentang bagaimana membangun image dan kepercayaan diri.”

Ithin telah menjadi sosok yang cukup inspiratif pula di mata teman-temannya. Selain dikenal tulus dan maksimal dalam membantu orang lain, Devia mengatakan, Ithin juga tangguh dan jarang mengeluh. 

“Semua kegiatan diikuti, tapi akademis dia tetap bagus. Dia juga selalu mengandalkan Tuhan dan jarang banget mengeluh. Itu sih yang bikin aku amazed sama dia dan pengen bisa sekuat dan setangguh dia,” tutur Devia. 

Di balik ketangguhannya, Ithin mengakui bahwa dukungan orang tua adalah bahan bakar utama semangatnya setiap hari. 

“Contoh kecilnya kayak aku mau ikut lomba atau persiapan latihan dan sebagainya, pasti aku berkabar sama mereka (orang tua), dan mereka mendukungku, kasih semangat. Aku bisa kuat sampai sekarang itu memang karena orang tua yang mendukung dan mendoakan aku,” ucap Ithin. 

Terlepas dari semua pencapaian dan kepribadian Ithin yang inspiratif, dia memiliki kerinduan untuk menyampaikan aspirasi rakyat Papua melalui jurnalisme, peminatan jurusan yang dipelajari oleh Ithin di Departemen Komunikasi UI, yang selama ini kerap tak didengar oleh pemerintah. 

“Aku kan asli (orang) Papua, bisa dibilang bahwa banyak suara dari orang-orang di Papua yang belum didengar oleh pemerintah ataupun disampaikan oleh media karena satu atau lain hal. Tapi yang jelas, aku merasa mau mengetahui dan memahami kendala bagi media-media di Indonesia saat ini untuk itu,” pungkas gadis kelahiran Sentani, Jayapura, itu. 

Kecintaan Ithin terhadap tanah kelahirannya, Papua, membuat dia menaruh harapan bahwa dia dan teman-temannya di Papua akan menggunakan setiap kesempatan menimba ilmu dengan sebaik-baiknya. Selain itu, Ithin juga mendorong teman-teman di Papua untuk tidak takut untuk memiliki impian yang tinggi. 

JELITA MURNI

Jelita Murni

An ENFP who loves reading, writing, and traveling