Skip to main content

Mengapa Memilih Program Sarjana Departemen Komunikasi

Program Komunikasi Terbaik

Program Studi Departemen Ilmu Komunikasi (PSDK) adalah program komunikasi yang terbaik di Indonesia. Pada 2023, Program Studi Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia menempati posisi terbaik di Indonesia menurut Quacquarelli Symonds World University Ranking (QS WUR) by Subject dan Times Higher Education World University Rangking (THE WUR).

Program ini menawarkan berbagai mata kuliah yang menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian teoritis dan praktis yang relevan dengan dunia kerja. Kurikulum yang digunakan bersifat dinamis, disesuaikan dengan situasi dunia kerja dan masyarakat, sehingga lulusan bisa berkontribusi secara nyata baik di dunia kerja maupun masyarakat.

Peluang Karir

Lulusan PSDK bisa bekerja di berbagai industri komunikasi dan industri terkait. Ada berbagai profesi dari lulusan tersebar di berbagai sektor, di antaranya public relations, corporate communication, digital content creator, copy writer, jurnalis multimedia, SEO writer, social media specialist, dan peneliti. Dengan empat peminatan dan variasi mata kuliah pilihan, mahasiswa bisa memilih jalur studi sesuai dengan cita-cita.

Fasilitas

Beragam fasilitas penunjang pengajaran tersedia di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, termasuk Laboratorium Multimedia, Laboratorium Radio, Laboratorium Audio Visual (TV Universitas Indonesia). Di luar kegiatan akademis, kesejahteraan mahasiswa juga ditunjang oleh berbagai fasilitas, seperti layanan kesehatan Klinik Satelit, layanan transportasi dalam kampus (bus kuning, sepeda listrik bean), dan makanan terjangkau pada kantin fakultas. Mahasiswa juga bisa beraktivitas di Faculty Club Universitas Indonesia (FELFEST).

Pengembangan Diri

Universitas Indonesia menyediakan berbagai kegiatan di luar kegiatan akademis yang bisa diikuti mahasiswa, dalam bidang olahraga (catur, voli, karate, dll), dalam bidang keagamaan,  bela negara, bidang seni (Paduan Suara Paragita, Dance, Orkes Simfoni, Marching Band), dan penalaran seperti sinematografi dan English Debate Society.

Jejaring

Daya serap lulusan Program Studi Departemen Ilmu Komunikasi sangat tinggi di dunia kerja dengan jejaring lulusan Universitas Indonesia yang luas di industri komunikasi dan industri terkait. Berdasarkan hasil tracer study, waktu tunggu lulusan sampai mendapat pekerjaan adalah kurang dari dua bulan.

Integrasi Riset dan Pengajaran oleh Dosen

Kurikulum di Program Studi Departemen Ilmu Komunikasi sangat dinamis dengan relevansi yang tinggi dengan situasi di dunia kerja dan masyarakat. Hal ini didukung oleh pengajaran yang berbasis riset terbaru yang dilakukan oleh dosen-dosen program studi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Program Studi Departemen Ilmu Komunikasi (PSDK) Universitas Indonesia dinobatkan sebagai program studi dengan dosen terproduktif. Selain 29 dosen tetap yang mumpuni dalam kajian teoritis berbasis riset dalam ilmu komunikasi, kolaborasi dengan industri dilakukan dengan pengajar praktisi yang memastikan relevansi pengajaran dengan dunia kerja. (masih perlu ditambah hasil tracer study, tentang evaluasi user terhadap lulusan).

PSDK di bawah naungan Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia juga mengelola Jurnal Komunikasi Indonesia, sebuah peer-reviewed jurnal yang terdaftar dalam Science and Technology Index (Sinta) 2. JKI terbit dua kali setahun, yakni pada Maret dan Agustus.

“Gua bebas eksplor diri, dan di-support sama lingkungan di Komunikasi. Lingkungan belajarnya kompetitif, justru menghasilkan feedback positif. Gua ketemu banyak dosen yang experienced banget.”

Dicky Ahmad GhiffariHubungan Masyarakat, 2018

“In general, menjadi mahasiswa Komunikasi UI itu sangat menarik karena kita beda sendiri dengan jurusan-jurusan lainnya. Dari cara berpikir, cara kita berinteraksi, ada warna tersendiri.”

Timothy AaronPeriklanan, 2019

“Bisa belajar banyak dari teman-teman sejurusan. Seru! had a great time. Clearly one of the best choices I've ever made in life.”

Cathlin RosmarieHubungan Masyarakat, 2018