Skip to main content

Cerita Alumni

Ricky Subagja

— Ilmu Komunikasi 2015

Ricky Subagja memulai studinya di Program Sarjana Departemen Ilmu Komunikasi (PSDK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) pada 2015. Kala itu, ia mengambil peminatan di bidang Kajian Media–satu dari empat peminatan yang ditawarkan.

Perjalanan Karier

Ia ingat betul diwisuda pada Sabtu, 31 Agustus 2019. Dua hari setelahnya, ia sudah mulai bekerja sebagai research assistant di Center for Detention Studies (Pusat Kajian Penahanan). Pusat kajian tersebut adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berfokus melindungi dan memenuhi hak-hak warga binaan pemasyarakatan — atau yang lebih dikenal dengan nama narapidana — melalui riset, advokasi, dan monitoring.

Namun Ricky tak genap setahun kerja di sana. Setelahnya, ia diterima sebagai Diplomat di Kementerian Luar Negeri dan ditugaskan di Direktorat Informasi dan Media. Pekerjaannya ini tentu sangat terkait dengan jurusan ilmu komunikasi. Ia tak jauh-jauh dari press briefing, press conference, media monitoring, dan kawan-kawannya. Kini, Ricky tengah menunggu penugasan selanjutnya. Jika tak ada perubahan, ia bakal ditempatkan di Indonesian Humanitarian Mission di Kabul, Afghanistan, dan KBRI Seoul di Korea Selatan.

Yang Istimewa dari Mahasiswa PSDK

Menurut Ricky, setidaknya ada tiga keungglan PSDK UI dibandingkan dengan program serupa di institusi lain.

Pertama, lokasi UI lebih dekat dari Jakarta yang notabene menjadi pusat pemerintahan, industri di bidang komunikasi, dan juga tempat produksi budaya populer. Alhasil, mahasiswa lebih terekspos dengan berbagai isu sosial sehingga terasa lebih “hidup” sebagai anak komunikasi.

Kedua, Ilmu Komunikasi UI masih di bawah FISIP sehingga mahasiswa juga banyak belajar mengenai isu sosial tadi.

Ketiga, kehadiran dosen-dosen hebat yang tidak hanya terbatas dari kalangan akademisi saja, tetapi juga praktisi. “Bisa dibilang networking, ya,” kata Ricky. Salah satu kenangan yang tak bisa ia lupakan adalah kesempatan bertemu tokoh yang diidolakan. Ricky kagum betul dengan Najwa Shihab. Bahkan, dulu ia sempat kepingin menjadi jurnalis.

Sejujurnya, tutur Ricky, semua mata kuliah di PSDK sangat berkesan. Namun, jika ia harus memilih, ada tiga mata kuliah yang paling membekas baginya, yakni Teori Media, Penelitian Terapan Komunikasi, dan Media dan Komunikasi Antarbudaya (MKAB). MKAB tampaknya punya tempat tersendiri bagi Ricky. Mata kuliah inilah yang melahirkan Manusiaui (@manusiaui) — sebuah kanal di Instagram yang berawal dari tugas UAS. Kanal ini bertujuan untuk menghubungkan sesama individu melalui cerita.

“Spesial untuk Manusiaui, I would not be who I am today without Manusiaui. Please go check the page on Instagram!” kata Ricky.

Pesan Untuk Mahasiswa dan Alumni

Pertama, jangan takut, terutama untuk anak daerah. Menurut Ricky, hal yang membedakan antara anak daerah dengan anak Jabodetabek, salah satunya, adalah akses. Ia melanjutkan, ketika keduanya memiliki akses yang sama untuk bisa berkuliah di Ilmu Komunikasi UI, mereka sama-sama bisa bersaing. “For the record, aku selama kuliah tidak membayar uang sepeserpun karena aku menerima bantuan Bidikmisi,” ungkapnya.

Kedua, perbanyak waktu untuk meningkatkan keterampilan, termasuk pengalaman magang dan pertukaran pelajar jika memungkinkan. Ketiga, jangan terlalu terpaku pada peminatan. Sebab pada akhirnya, mahasiswa Ilmu Komunikasi UI akan lulus sebagai sarjana sosial dengan jurusan ilmu komunikasi. Lagipula, tambah Ricky, semua ilmu dan pemahaman dari setiap peminatan akan saling terhubung.

Trisha Dantiani Husada

— Ilmu Komunikasi Kelas Khusus Internasional 2018

Trisha Dantiani memulai kisah perkuliahannya di Program Sarjana Departemen Ilmu Komunikasi (PSDK) Kelas Khusus Internasional (KKI) di tahun 2018. Kini, setelah meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia (UI) dan The University of Queensland (UQ), Trisha menempuh karier di salah satu media internasional ternama di Jakarta.

Selama menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi, Trisha menjajal beragam kegiatan mahasiswa. Salah satunya adalah organisasi pers mahasiswa, Suara Mahasiswa UI (SUMA UI). Kala itu ia bertugas sebagai salah satu reporter. Siapa sangka, hal itu menumbuhkan kecintaannya terhadap dunia jurnalistik hingga pada akhirnya memilih peminatan jurnalisme di UQ.

Dia menuturkan, mata kuliah yang paling berkesan baginya selama perkuliahan adalah mata kuliah Effective Writing and Communications dan Communication Theory. Pasalnya, pada dasarnya Trisha gemar menulis, dan tugas-tugas kuliah pada dua mata kuliah tersebut membantunya untuk mengasah kemampuanya.

Melalui serangkaian mata kuliah yang dia ambil, Trisha mengaku memperoleh beragam keterampilan, seperti menulis, merancang kampanye, dan cara berkomunikasi secara persuasif untuk menarik perhatian lawan bicara (baik itu konsumen ataupun mitra). Menariknya lagi, lanjut Trisha, mata kuliah Teori Komunikasi membuatnya belajar banyak hal yang berguna di kehidupan sehari-hari.

Belajar di Ilmu Komunikasi membantu dia untuk memahami hubungan interpersonal dan intrapersonal. Materi-materi yang ia dapatkan selama masa studi, baik di PSDK maupun universitas mitra, menjadi bekal bagi Trisha untuk dapat memahami orang lain dan bagaimana berkomunikasi dengan mereka. Bahkan, dia juga belajar lebih dalam untuk berkomunikasi dirinya sendiri.

Pesan Untuk Mahasiswa

Menurut Trisha, tak ada salahnya mencoba segala hal semasa kuliah, seperti mengikuti lomba, pertukaran pelajar, magang, riset, dan lain sebagainya. Dia menyarankan mahasiswa menghabiskan sebanyak mungkin waktu di kampus.

“Tapi jangan ikut-ikutan sesuatu hanya karena orang lain ikut atau karena kamu enggak mau kalah sama orang lain,” kata dia. Menurutnya, hal tersebut berlaku untuk segala hal, tidak hanya organisasi atau program tertentu. Kuncinya, tetap setia pada diri sendiri dan fokus kepada tujuan dan prioritas masing-masing. Dengan begitu, mahasiswa dapat menikmati kehidupan kampus sampai akhir tanpa penyesalan.

“Gua bebas eksplor diri, dan di-support sama lingkungan di Komunikasi. Lingkungan belajarnya kompetitif, justru menghasilkan feedback positif. Gua ketemu banyak dosen yang experienced banget.”

Dicky Ahmad GhiffariHubungan Masyarakat, 2018

“In general, menjadi mahasiswa Komunikasi UI itu sangat menarik karena kita beda sendiri dengan jurusan-jurusan lainnya. Dari cara berpikir, cara kita berinteraksi, ada warna tersendiri.”

Timothy AaronPeriklanan, 2019

“Bisa belajar banyak dari teman-teman sejurusan. Seru! had a great time. Clearly one of the best choices I've ever made in life.”

Cathlin RosmarieHubungan Masyarakat, 2018